Pandangan terhadap Urusan Dunia dan Urusan Akhirat

Dear fellow steemians

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari ada banyak urusan yang kita hadapi. Urusan-urusan tersebut harus kita selesaikan karena pengabaian terhadapnya adalah sifat pecundang. hehe Tentu saja, urusan-urusan itu harus diselesaikan, karena tanpa penyelesaian ia tidak akan terselesaikan.

Oya, sebelumnya… Mari kita saling berdo’a dan berharap kepada yang Maha Kuasa agar selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan baik itu untuk menyelesaikan urusan dunia atau pun urusan akhirat.

Nah, berbicara urusan pada dasarnya ia terbagi menjadi dua, ada urusan yang sifatnya dunia dan ada urusan yang sifatnya akhirat. Urusan dunia ini berkenaan dengan urusan yang sama sekali tidak menyangkut urusan akhirat dan juga sebaliknya urusan akhirat adalah urusan yang tidak ada sangkut-paut dengan urusan dunia. hehe kok begitu!

Mari kita perjelas, urusan dunia pada dasarnya adalah urusan yang hasilnya akan kita petik pada kehidupan dunia, sedangkan urusan akhirat adalah pekerjaan yang hasilnya akan kita petik di akhirat kelak. lah bagaimana itu. Sebagai contoh, urusan dunia itu misalnya urusan-urusan untuk memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup di dunia, membangun rumah, membeli fasilitas mobilitas, makan dan minum meskipun secara tidak langsung semua fasilitas itu berkenaan dengan urusan akhirat. Karena, urusan akhirat adalah urusan tentang mengerjakan segala tuntutan dari Allah Swt sebagai pedoman hidup, atau sederhananya urusan akhirat adalah urusan ibadah.

Berkenaan dengan kedua urusan ini, maka kita perlu mempersiapkan diri kita agar tidak salah kaprah untuk mengurusi kedua urusan tersebut. Untuk urusan dunia, kita perlu pandangan untuk menunduk ke bawah., dan sebaliknya untuk urusan akhirat kita perlu melihat ke atas. Bagaimana maksudnya?

Urusan dunia tadi seperti rumah, mobilitas, pekerjaan dan fasilitas lainnya yang tidak kita miliki, maka kita harus melihat ke bawah, artinya seberapa banyak orang yang memiliki fasilitas, mobilitas, pekerjaan dan sebagainya yang masih berada di bawah kita? Dengan cara melihat ke bawah untuk urusan dunia seperti tentu saja akan menumbuhkan rasa syukur atas segala pemberian yang telah Allah Swt titipkan kepada kita.

Namun, sebaliknya untuk urusan akhirat. Iya, kita harus melihatnya ke atas, artinya kita mempertanyakan bagaimana kita harus lebih banyak atau berada di atas orang-orang yang beribadah kepada Allah Swt, jika ada orang yang mengerjakan ibadah shalat wajib 5 waktu, seharusnya kita harus berada di atas mereka dengan mengerjakan shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah shalat 5 waktu, dan urusan-urusan ibadah lainnya.

Dengan cara begini kita memandang urusan dunia dan akhirat (dunia dengan melihat ke bawah dan akhirat dengan melihat ke atas), insyaAllah kehidupan kita akan ditumbuhi dengan rasa syukur dan tafakkur kepada Allah Swt, jauh dari berburuk-sangka dan rajin beribadah. Amiiin ya Rabbal ‘alamiin. Wallahu a’lam….

Tinggalkan Balasan