Olahraga dan Kehidupan

Dear fellow steemians

Kehidupan butuh pergerakan begitu juga dengan tubuh kita, dirancang untuk bergerak setiap gerakan kecil sangat berdampak positif bagi tubuh itu sendiri. Dengan pergerakan tersebut sangat membantu dalam mentribusikan makan, minuman, vitamin dan nutrisi keseluruh tubuh yang dikonsumsi oleh manusia. Ketika otot dan rangka tubuh bergerak, denyut jantung akan meningkat sehingga darah beserta oksigen dan nutrisi yang dibawanya akan mudah terdistribusi dengan baik. Hal seperti ini tentu tidak terjadi jika tubuh tanpa pergerakan. Oleh karena itu dianjurkan bagi kita untuk salalu berolahraga.

 

Kesibukan dan jadwal yang padat, menjadi alasan bagi sebagian orang untuk tidak melakukan kegiatan berolahraga. Sedangkan dampak dan resiko bagi orang yang tidak berolahraga sangat berbahaya, untuk jangka panjang dari tubuh yang tidak pernah berolahraga sama berbahayanya dengan merokok. Dua puluh persen penyebab kematian orang dewasa berusia tiga puluh lima tahun ke atas adalah kurang olahraga.

 

Risiko kanker pada pria meningkat akibat tidak pernah berolahraga, begitu juga pada wanita meskipun peningkatannya lebih kecil dibandingkan para pria. Ditambah lagi dengan risiko gangguan pernapasan yang berhubungan dengan kesehatan paru-paru baik pria maupun wanita.

 

Serangan jantung termasuk risiko jangka panjang yang dapat meningkat jika olahraga tidak pernah dilakukan, baik itu pada pria maupun pada wanita. Seperti yang kita ketahui tubuh kita tidak selamanya berada dalam keadaan sehat, ada kalanya berbagai macam penyakit menghinggapi seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia, apakah itu tinggi darah, kolesterol, kegemukan, serangan jantung, paru, dan lain sebagainya.

 

Melangkah dari semua itu di sinilah letak dan manfaat olah raga itu sendiri dan dianjurkan untuk melakukan olah raga baik itu dua atau tiga kali dalam seminggu walaupun hanya lima belas menit. Orang bijak mengatakan lebih baik mencegah dari pada mengobati dan olah raga merupakan salah satu sarana yang dapat mencegah sebelum pengobatan dilakukan. Sebab dengan berolah raga berbagai macam penyakit seperti yang disebutkan diatas dapat diatasi sejak dini. Gerakan kecil dalam olahraga sangat banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Memperkuat tulang, menurunkan tekanan darah tinggi, memperkuat ingatan, akal yang sehat, memperkuat jantung, terbebas dari kolesterol, memerangi kanker, perasaan segar dan bugar, tidur nyanyak, awet muda dan panjang umur. Sebab dalam Latihan  olahraga merupakan faktor utama  dalam membangun kesehatan dan umur panjang dengan izin Tuhan tentunya.

 

Olahraga fisik dapat menjaga kelangsingan dan kesehatan tubuh mereka secara umum dalarn jangka waktu lama. Pembakaran yang setara dengan dua ratus sampai tiga ratus kalori sebanyak tiga kah dalam seminggu dapat menambah umur Anda setengah tahun, di samping menjaga jantung tetap sehat dan meningkatkan kemampuan mengontrol emosional dengan lebih baik.

Berangkat dari semua hal tesebutlah olahraga harus dibudayakan dalam semua aktivitas kehidupan serta dapat diperkenalkan kepada anak dan remaja sejak usia dini. Seperti yang kita ketahui pada usia kanak-kanak dan remaja, di mana tubuh sedang berada dalarn tahap pertumbuhan. Maka tubuh membutuhkan olahraga untuk memastikan otot-otot, tulang, jantung, paru-­paru dan setiap organ vital lainnya tumbuh secara normal dan sehat, di samping berguna untuk pembinaan kepribadian yang baik.

 

Dengan memperkenalkan olah raga bagi anak sejak usia dini, sehingga anak menjadi terbiasa dengan aktivitas tersebut, sebab seperti yang kita ketahu sebuah sifat anak pada masa dewasa semuanya terbawa dari kebiasaan mereka pada masa anak-anak. Maka disinilah perlu pengenalan olahraga sejak dini bagi anak, sehingga aktifitas olahraga menjadi suatu kebiasaan dan kegiatan disamping aktifitas yang lain sehingga anak tidak terasa asing dengan yang namanya olahraga. Disaat memasuki usia tua orang tidak lagi membutuhkan tenaga yang besar untuk melakukan olahraga sebab sudah terbiasa dilakukan sejak mereka masih anak-anak.

 

Kepada para orang tua dapat mengajak anak-anaknya untuk melakukan olah raga dua atau tiga kali dalam seminggu, baik berjalan kaki, jalan santai, lari maraton dan gerakan-gerakan kecil lainnya yang mudah dan dapat dilakukan oleh sianak. Dengan cara demikian olahraga dapat dibudayakan. Lebih baik membudayakan aktifitas olahraga dari pada menonton olahraga menjadi budaya.

Tinggalkan Balasan