Membatasi

Kemacetan merupakan pemandangan yang biasa terlihat di kota-kota besar, yang diakibatkan oleh jumlah kendaraan yang sangat banyak jumlahnya baik itu kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua. Yang merupakan salah satu sarana transportasi yang dapat digunakan oleh semua manusia untuk membantu dan memudahkan dalam menjalankan semua aktivitas hidupnya.

Karena jumlah kendaraan tersebut yang jumlahnya sangat banyak dan tidak terbatas, hal demikianlah yang menimbulkan kemacetan dijalan yang jaraknya kiloan meter.  Deru mobil dan motor yang mengantri tersebut akan menimbulkan polusi udara, meningkatnya suhu bumi semakin panas, kebisingan yang dapat membuat pekak telinga bagi yang mendengarkannya dan dapat membuat BBM menjadi terbuang sia-sia akibat antrian yang panjang.

Pencemaran terhadap udara dari asap mobil dan motor akibat kemacetan dapat menimbulkan beberapa jenis penyakit baik itu penyakit pada kulit, batuk, radang paru-paru dan lain sebagainya. Hal serupa juga memberikan dampak yang negative terhadap ke disiplinan dan ketepatan waktu, sebab dengan adanya hal demikian anak-anak menjadi terlambat masuk sekolah, para maha siswa menjadi terlambat mengikuti perkuliahan, para pekerja  yang memiliki tugas dan pekerjaan yang menumpuk menjadi tidak terselesaikan dengan tepat waktu karenanya.

Maka dari itu perlu ada sebuah solusi untuk dapat mencegah dan mengatasi permasalahan tersebut, sebab dampak negative dari kemacetan tersebut sangat besar terhadap lingkungan hidup tempat kita tinggal dan hidup didalamnya. Usaha mengatasi kemacetan bukan saja dapat memperlancar aktifitas bagi pengguna jalan, akan tetapi juga memberikan dampak yang positif juga bagi lingkungan khususnya volusi udara dan kebisingan.

Salah satu usaha atau kebijakan yang dapat diambil oleh para pemerintah adalah dengan membatasi jumlah dan angka kepemilikan kendaraan, baik itu kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua. Dimana dalam kebijakan tersebut perlu dibuat sebuah peraturan dimana dalam peraturan tersebut bahwa yang namanya kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua hanya boleh dimiliki setiap keluarga satu unit saja per kendaraan tersebut. Jadi setiap keluarga tidak boleh memiliki kendaraan roda empat dan dua lebih dari pada itu.

Hal ini akan memberikan dampak yang cukup besar terhadap kemacetan yang selama itu menjadi pandangan, sebab yang menyebabkan kemacetan karena pembatasan terhadap kepemilikan terhadap kedua kendaraan tersebut yang tidak dibatasi. Misalkan satu keluarga yang memiliki lima anggota keluarga, setiap anggota memiliki kendaraan baik itu roda empat atau dua setiap individunya satu unit, dan ketika anggota keluarga tersebut keluar untuk menjalankan tugas mereka masing-masing dengan mengunakan kendaraan mereka masing-masing tentu kemacetan akan timbul, sebab satu keluarga saja sudah mengendarai lima unit kendaraan baik itu roda empat dan dua, bayangkan jika satu juta keluarga melakukan hal yang serupa.

Maka berangkat dari situ perlu ada pembatasan terhadap kepemilikan terhadap kendaraan tersebut.  Sebab dengan cara demikian dapat menjadi satu solusi untuk menghindari serta dapat mencegah kemacetan. Jadi bagaimana dengan masyarakat yang selama ini menggunakan dua jenis kendaraan tersebut dalam melakukan aktivitas mereka, apakah dengan pembatasan dan kepemilikan kendaraan tersebut akan menghambat aktivitas mereka sehari-hari?. untuk mempermudah aktivitas mereka yang selama ini menggunakan kendaraan tersebut, bisa ambil kebijakan yang lain yaitu menambah jumlah angkutan kota dengan lebih banyak, sebab kendaraan yang sudah dibatasi kepemilikannya tentu kendaraan jalan semakin renggang dan angkutan kota dapat lebih mudah dalam mengangkut dan menurunkan penumpangnya.

Membatasi jumlah kepemilikan kendaraan baik itu kendaraan roda empat dan dua merupakan salah langkah yang dapat diambil untuk menghindari kemacetan. Serta dapat mencegah terjadinya polusi udara yang semakin parah, serta dapat mencegah meningkatnya suhu bumi, dan menghilangkan kebisingan akibat kemacetan disamping dapat menghemat Bahan Bakar Minyak. Manusia akan lebih kreatif jika barang dan kebutuhannya dibatasi penggunaan dan kepemilikannya.

 

Tinggalkan Balasan