Manusia dalam Kajian Filsafat Pendidikan Islam

Kenapa pembahasan manusia dalam kajian filsafat pendidikan menjadi sub pembahasan pertama? Pertanyaan ini kerab ditanyakan oleh para pemula yang menggeluti dunia filsafat pendidikan atau pendidikan Islam. Di sini, kita hanya fokus pada pendidikan Islam.
Kajian manusia adalah salah satu kajian yang sangat luas sekaligus rumit dan hasil kajiannya pun akan berbeda-beda dikarena perbedaan perspektif yang digunakan. Nanun, hasil dari berbagai perspektif amat penting untuk mempertajam atau memperkuat hipotesis-hipotesis pada suatu bidang kajian.
Sebagai contoh, hasil kajian tentang manusia akan sangat berbeda jika dikomparasi antara perpektif Islam dan umum. Islam memandang manusia bukan saja dari bagian jasmani atau biologis semata, lebih jauh Islam melihat manusia sebagai makhluk psikis yang terdiri dari ruh, jiwa atau nafs dan jasmani. Namun, hasil kajian manusia dari sisi jasmani oleh para ahli tetap dihargai dan digunakan untuk melengkapi kajian Islam tentang ruh dan jiwa.
Keutuhan memahami hakikat manusia adalah hal terpenting dalam kajian filsafat pendidikan dan pendidikan islam. Dikarenakan, manusia menjadi objek dan sekaligus subjek dalam sistem pendidikan.
Sisi lain, pengembangan kurikulum pendidikan perlu untuk terus dilakukan dan dalam pengembangannya menyesuaikan dengan konsep tentang hakikat manusia itu sendiri.
Keutuhan memahami hakikat manusia juga akan semakin memperbaiki pandangan para ahli pendidikan dalam memenuhi dan mengarahkan bagaimana seharusnya manusia untuk dapat hidup bahagia bukan saja di dunia, namun kebahagiaan di akhirat kelak.
Di sinilah letak, kenapa sub pembahasan tentang manusia dijadikan sub-pem pertama dalam kajian filsafat pendidikan Islam sebelum membahas tentang filsafat itu dan komponen-komponen lainnya dalam sistem pendidikan itu sendiri. Wallahu a’lam…

Tinggalkan Balasan