Hilangnya Kearifan

Manusia jangan melawan alam sebab alam punya caranya sendiri untuk melawan manusia. Jika manusia ingin kehidupan berjalan dengan baik dan sempurna maka manusia harus bersahabat dan menyatu dengan alam. Namun jika manusia melawannya tentu manusia itu sendiri yang akan menghadapi dampaknya sendiri.

Ketidaksadaran manusia akan hal inilah yang membuat manusia itu melakukan perbuatan yang dampaknya mempersulit kehidupan manusia itu sendiri. Dimana alan tidak lagi ditata dan dikelola secara komprehensif namun sebaliknya alam sudah lebih banyak dilihat dari segi ekonomisnya saja sehingga alam di eksploitasi secara besar-besar.

Para nenek moyang kita mereka bukanlah orang yang melawan alam tetapi mereka adalah orang yang menyatu dengan alam, artinya segala aktivitas yang mereka kerjakan tidak pernah merusak alam itu sendiri serta tidak mengancam kehidupan mahluk yang lain baik itu yang sedang  hidup atau yang akan hidup.

Ikan di laut di tangkap dengan menggunakan jaring dan pancing sehingga kesediaan ikan selalu ada sebab tidak rusaknya tumbu karang dan lumut laut yang membuat proses perkembangbiakan ikan selalu dapat terjadi, sehingga mereka tidak pernah kekurangan ikan dan stok ikan tidak akan pernah habis.

 

Begitu juga dengan hutan mereka menata dan mengelola hutan dengan sangat baik sehingga yang namanya erosi atau banjir sangat jarang terjadi karena mereka tidak pernah menebang kayu secara besar-besaran seperti yang terjadi sekarang. Kayu yang mereka tebang adalah kayu pilihan dimana kayu tersebut sudah sampai usianya dan sudah pantas untuk ditebang dan kayu tersebut mereka jadikan dinding atau papan serta tiang untuk pembuatan rumah. Setelah itu dimana kayu atau ditebang ditanam kembali sehingga hutan tidak pernah gundul.

Dalam hal bercocok tanam nenek moyang kita tidak pernah mengunakan pupuk yang berbahan kimia, sehingga kesuburan tanah selalu dapat dipertahankan kualitasnya. Begitu juga dengan mendirikan bangunan selalu keadaan lingkungan yang menjadi perhatian utama, sehingga bangunan yang dibangun tidak pernah merusak dang mengancam kelestarian lingkungan hidup. Inilah ilmu yang diwariskan oleh mereka-mereka yang hidup pada masa lampau atau yang lebih dikenal dengan kearifan tradisional.

Namun sejalan berjalannya waktu serta berubahnya zaman yang menyebabkan pola pikir manusia juga berubah, sehingga kearifan tradisional menjadi kehilangan tempat, dimana hal ini dapat dilihat dimana alam dan lingkungan hidup sekarang tidak lagi ditata dan dikelola dengan cara komprehensif akan tetapi sudah  dilihat dari nilai ekonomisnya saja.

Menangkap ikan di laut tidak lagi menggunakan alat yang dapat menjadi kelestarian laut itu sendiri, namun sudah mengunakan alat yang sangat sehat tetapi sangat berbahaya bagi kehidupan di laut itu sendiri seperti menggunakan alat tangkap pukat harimau, dimana alat tangkap tersebut bukan saja menangkap ikan akan tetapi telur-telus ikan juga ikat terbawa, tumbu karang dan rumput laut menjadi hancur yang merupakan tempat dan makanan ikan itu sendiri sehingga proses perkembangbiakan ikan menjadi terhambat yang berdampak ketersediaan ikan menjadi berkurang.

Kayu di hutan tidak lagi ditebang melalui proses pemilihan akan tetapi di eksploitasi secara besar-besaran sehingga hutan menjadi gundul, ketika musim penghujan tanah menjadi longsor dan banjir yang menghancurkan pemukiman dan perkebunan manusia itu sendiri menjadi korbannya karena tidak ada lagi yang menampung air dikala hujan. Hampir semua perkebunan atau persawahan dalam proses penanaman selalu mengunakan pupuk yang berbahan kimia demi hasil panen yang banyak dan memuaskan. Memang hasil panen banyak jumlahnya namun disisi lain  tingkat kesuburan tanah menjadi hilang yang dapat berakibat burut bagi generasi yang akan datang dalam hal pangan. Ditambah lagi dengan bangunan yang tidak mempedulikan lingkungan serta bangunan rumah kaca dan asap dari berbagai macam industri membuat menipis dan bolongnya lapisan ozon yang membuat suhu bumi menjadi semakin panas sehingga mencairkan gunung-gunung es di kutub utara yang langsung meningkatkan jumlah air laut dengan demikian ketika hujan datang banjir menjadi sangat mudah terjadi.

Hal semacam ini tentu tidak tidak dapat dibiarkan terus berlanjut dan didiamkan sebab jika hal ini dibiarkan kehidupan di muka bumi ini tentu akan terancam, maka dari itu kita harus kembali kepada ilmu yang telah diwariskan dan diajarkan oleh nenek moyang kita kepada cucunya yaitu kita sendiri yang hidup pada masa sekarang, sebab apa yang dilakukan oleh nenek moyang kita merupakan pelajaran bagi kita untuk hidup yang baik dan merancang masa depan. Jangan menantang alam sebab alam sendiri bukanlah lawan dari pada manusia, sebab apapun yang dilakukan oleh manusia terhadap alam sudah pasti alam akan memberikan respon sesuai dengan tingkah laku manusia itu sendiri.

Jika manusia ingin hidup bahagia di muka bumi, hal ini dapat ditemukan apabila manusia bersahabat dan menyatu dengan alam termaksud dalam proses mencari dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, jika lain dilawan tentu semua itu tidak akan ditemukan sebab alam punya caranya sendiri untuk menghadapi tantangan manusia dan manusia tidak akan sanggup melawan cara yang digunakan oleh alam itu sendiri.

 

Tinggalkan Balasan