Etos Kerja

Jika kita melihat atau menyaksikan jenis bangunan-bangunan zaman dahulu yang didirikan oleh orang-orang yang hidup dizaman pra-sejarah seperti candi Borobudor, canti Prambana dan rumah-rumah adat yang ada dibanyak daerah, pasti dalam diri kita kan timbul rasa kekaguman, baik itu karena kekuatan bangunan tersebut, keindahan arsitekturnya sangat sangat luar biasa, susunan dari bangunan tersebut serta daya tahan dari bagunan itu sendiri. Dari bagunan tersebut juga terdapat simbul atau lambang dari suatu kebudayaan, kesenian, ilmu pengetahuan serta kepercayaan suatu masyarakat yang hidup pada masa tertentu.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa bangunan tersebut begitu indah, kuat, kokoh dan tanah lama, sehingga bangunan tersebut tidak saja dapat dapat disaksikan oleh mereka yang hidup pada waktu bangunan itu didirikan tetapi dapat juga disaksikan dan dinikmati keindahannya oleh beberapa generasi setelah mereka.
Seperti yang kita ketahui bahwa bagunan tersebut bukananlah hasil karya cipta dari mereka-mereka yang menjalankan pendidikan baik secara formal dan mereka juga juga tidak memiliki titel sarjana, insiyur bahkan doktor atau profesordalam bidang arsitek. Mereka juga bukanlah orang-orang yang hidup pada zaman moders dimana pada zaman tersebut terdapat kemajuan teknologi, informatika dan komunikasi yang sudah sangat canggih dan mudah untuk diakses dan didapatkan.
Namun kendatipun demikian mereka dengan segala keterbatasan baik itu ilmu dan pengetahuan yang mereka miliki sanggup mendirikan dan merancang bangunan-bangunan yang sanggat luar bisa dalam segala hal, sehingga manusia yang hidup pada zaman sekarang sekalipun harus memberi hormat dan mengaguminya akan hasil usaha mereka. Tentu hal itu semua memiliki rahasia dan aturan yang harus ditaati yang meyebabkan bangunan tersebut sukses dan berasil didirikan sesuai dengan rencana yang telah dibuat sebelumnya, dan yang menjadi rahasia orang-orang terdahulu adalah ketekunan, kedisiplinan, kejujuran, percaya diri dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Mereka akan merasa bersalah, malu dan menganggap diri mereka gagal apabila sesuatu tugas yang diberikan kepada mereka tidak medapatkan hasil seperti yang direncanakan atau tidak sama seperti yang dijanjikan oleh mereka sendiri, hal demikianlah yang menjadi dasar bagi mereka untuk bekerja sehingga menimbulkan etos kerja yang sanggat baik.
Ketika orang-orang yang hidup pada zaman dahulu sanggup mendirikan berbagai jenis bangunan yang sanggat hebat, hal ini menjadi sanggat ironi dan menyedihkan jikan bangunan yang kita didirkan sekarang kalah jauh dengan bagunan yang mereka dirikan bahkan kita kalah jauh dengan mereka dalam semua bidang khusunya bidang bangunan.
Kita bisa melihat bangunan-banguan yang didirikan pada zaman sekarang, dimana bangunan tersebut didirikan oleh orang-orang yang hidup didalam zaman moders, namun bangunan yang dihasilkan jangankan untuk disaksikan oleh anak cucu dan beberapa generasi yang akan datang sebelum bangunan tersebut selesai sudah terlebih dahulu bangunannya hancur dan roboh.
Sejarah telah membuktikannya kepada kita, banyak gedung sekolah yang didirikan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pelajar dalam mengikuti proses belajar mengajar, namun apa yang terjadi sebelum bangunan tersebut dinikmati oleh para siswa sudah terlebih dahulu bangunan itu hancur dan ambruk bukan kenyamanan yang mereka temukan malah sebaliknya. Banyak gedung-gedung yang dibangun dan 6
Jalan dan jembatan juga memiliki cerita yang tidak jau berbeda seperti gedung dan banguna sekolah, banyak jalan yang dibangun untuk memudahkan msyarakat dalam melakukan transportasi baik itu dari desa kekota atau sebaliknya yang terjadi adalah banyak jalan-jalan yang ditargetkan kekuatannya puluhan tahun ternyata hanya dalam waktu dua atau tiga bulan jalan yang baru dibangun tersebut sudah menjadi tanah liata kembali. Begitu juga dengan jembatan yang dibangun untuk menghubungkan dua daratan yang terpisah baik itu karena sungai atau jurang yang dalam. Namun sebelum daratan tersebut dapat dihubungkan sudah terlebih dahulu jembatan tersebut runtuh menerpa tanah.
Bukankah bangunan tersebut didirikan oleh mereka yang hidup pada zaman moders dimana pada zaman tersebut semuanya terasa mudah oleh perkembangan dan kemajuan teknologi. Bukankah pula mereka hasil atau produk dari satu sekolah atau universitas yang ternama yang bertitelkan sarjana, insiyur dan ahli dalam bidangnya arsitek, mereka juga memiliki sarana dan prasana yang sanggat lengkap bila dibandingkan dengan orang-orang yang hidup dizaman pra-sejarah.
Berangkat dari sini semua kita harus membuang jauh sikap sepele kita terhadap orang-orang yang hidup dizaman dahulu, sebab kita yang hidup pada zaman sekarang dengan kemajuan teknologi yang sudah sangat canggih dan ilmu serta pengetahuan yang sangat berkembang pesat kita tidak lebih baik dari mereka yang jauh dari semua itu.
Menjadi keawajiban bagi kita untuk berguru dan belajar kembali kepada mereka, baik itu tetang kedisiplinan, ketekunan dan sara tanggung jawab yan mereka ajarkan. Sebab melupakan mereka berarti melupakan sejarah, jika kita melupakan sejarah atau masa lalu tentu kita tidak akan pernah bisa merancang masa depan. Artinya manusia tidak akan bisa melihat anak cucunya tanpa melihat kebelakang kepada nenek moyang mereka terlebih dahulu.
Suatu generasi bisa lebih pandai, lebih hebat, pandangan merka lebih dan lebih tajam dari nenek moyang mereka apabila generasi tersebut belajar dari semua yang telah dihasilkan dan ditinggalkan oleh nenek moyang mereka terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan