Aku Seekor Nyamuk – Last Edition

“Aku memang kecil, tubuhku hanya terdiri dari tiga bagian. Tetapi di kepalaku terdapat lima puluh pasang mata, mulutku dilengkapi dengan empat puluh delapan gigi yang didesain secara khusus oleh Tuhanku dan diberikan kepadaku. Di dalam dadaku terdapat tiga buah jantung dimana setiap jangtungku memiliki dua buah atrium, dua bilik jantung dan dua buah katup jantung. Tubuhku juga dilengkapi alat pendeteksi panas dengan alat itu aku dapat melihat segala sesuatu termaksud perubahan suhu yang paling kecil sekalipun. Penglihatanku tidak tergantung kepada cahaya jadi aku dapat melihat pembulu darah mangsaku di tempat yang paling gelap sekalipun. Belalaiku memiliki enam pisau, empat pisau kugunakan untuk membuat luka segi empat pada tubuh korbanku dan dua pisau lagi untuk membentuk lubang sesuai ukuran tabung penghisapku. Di sana juga dilengkapi dengan alat pegalir darah, sehingga darah dapat mengalir melalui lubang belalaiku dengan kecil dan lembut.

 

Kakiku disempurnakan dengan cakar dimana pada kacar itu terdapat alat sejenis bekam, ini akan membuatku selalu bisa menempel pada tempat yang paling licin sekalipun. Tuhanku juga memberiku alat pembius dengan alat itu korbanku tidak merasa sakit saat kugigit dan kuambil sampel darahnya untuk kuseleksi sehingga aku tidak menghisap sembangan darah. Seperti yang kamu semua ketahui ketika tubuh terluka maka tubuh akan mengerluarkan enzim yang dapat membekukan darah dan menghentikan kebocoran. Tentu enzim ini akan membuat diriku tidak dapat lagi mengisap darah korbanku, tapi itu bukan masalah bagiku karena Tuhanku memberikan penangkalnya, juga sejenis enzim ketika aku membuka luka pada tubuh korbanku enzin atau cairan tersebut aku masukakan kedalam luka yang kubuat, cairan itu akan menetralkan pembekuan darah, sehingga aku dapat terus menghisap darah dari korbanku.

 

Akibat enzim penetral pembukan darah dariku itulah yang membuat dirimu merasakan gatal. Aku juga memiliki tiga sayap pada setiap sisinya, dimana saat aku terbang dalam setiap detik aku mampu mengerakkan sayapku sebanyak seribu kali perditik. Jika itu dilakukan pada kedua lenganmu, maka lenganmu bukan hanya patah tetapi ia juga akan terbakar. Dan diatas tubuh kecilku hidup mahluk Tuhan lainnya yang ukurannya sangat kecil dan namanya tidak perlu kusebutkan disini”.

 

Sampai di sini aku sangat bangga pada diriku sendiri, akub berharap kamu seharus juga bangga dan kagum pada diriku, karena dengan adanya diriku kamu dapat mememukan kebesaran Tuhan dan itu bisa menambah keimananmu. Tetapi kenyataanya bukan terima kasih yang kuterima tapi kebalikannnya. Hal inilah yang membuatku membela diri. Tentu dengan segala kemampuan dan keterbatasanku.  Karena hanya inilah yang bisa kulakukan, seperti yang kamu lihat aku kecil dan lemah usiaku pun tidak panjang.

Aku tidak akan membicarakan betapa banyak para temanku yang mati melalui tangan, obat dan alat yang telah kalian ciptakan untuk membunuhku, disini jika engkau mau berpikir dan bertanya kepada dirimu sendiri siapa sebenarnya para pembunuh itu. Kalian manusia menjadikan aku musuh abadi, Ingatlah, aku tidak pernah memusuhi kalian manusia dan begitu kalian tidak bisa menjadikan aku musuh, karena Rasulullah semoga kedamaian dan kasih Allah selalu menyertai utusan suci itu, yang dengan tegas melarang setiap umatnya untuk mengunjing siapapun, termaksud untuk diriku, “Janganlah engkau mengupat nyamuk, Sungguh, namanya ialah baik dan menolongmu, meski engkau tak tahu. Kebaikannya adalah menghisap darah kotor dan pertolongannya adalah membangunkan untuk sholat fajar”. Ketika aku membaca ucapan utasan Tuhan tersebut aku tidak sanggup menahan air mataku, hati dan jiwaku begitu tersentuh karena dari semua manusia hanya utusan Tuhan itu yang benar-benar mengarti dan memahai tentang diriku. Hanya dari dirinyalah aku terima ucapan terima kasih dan pernghargaan ditengah ribuan mulut yang mengunjingku.

 

Aku sangat sadar bahwa keputusan Tuhan untuk menempatkan sebagai salah satu mahluk  dalam kitabnya yang suci adalah benar adanya. Tuhan telah menunjukan kepada kamu sekalian tentang kehebatan diriku yang kecil dan lemah jika dilihat matamu. Sebagai penutup ijikan aku menceritakan sebuah kisah tentang keangkuhan manusia yang menganggap dirinya bisa melakukannya segalanya. Sehingga ia bukan hanya menjadi musuh bagi manusia itu sendiri tetapi juga menjadi musuh Tuhan.

 

Kamu tahu ketika seorang manusia telah menjadi musuh Tuhan dan menolak keberadaan sang pencipta, karena dirinya tahu tidak ada lagi manusia yang mampu mengalahkannya, baik itu dengan hartanya, kakekuatannya dan kekuasaannya. Tidak ada manusia yang mampu atau berani mengalahkannya, tetapi tidak dengan Tuhan, untuk mengalahkan atau menghancurkan manusia seperti itu Tuhan tidak perlu harus turun tangan, Tuhan cukup mengutus mahluk kecil yang menurut manusia lemah. Tentu kamu tahu bagimana seorang raja di Babilonia yang bernama Namrud, bukankah tidak ada manusia yang mampu mengalahkan dirinya, tetapi Tuhan hanya mengutus diriku seekor nyamuk dan kamu tahu bagaimana Raja itu kubuat binasa. Dan kuharap dengan kisah ini mereka yang angkuh dengan mengatakan “Tidak ada mahluk yang lebih hina di dunia dari seekor nyamuk” tersadar dan kembali kejalan yang benar.




By: rangkangsekolah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *