Aku Sebatang Bambu

Aku memiliki ruas batang, daun ku bertulang dan sejajar. Setiap batangku memiliki rongga. Akarku serabut dan tunas adalah jalanku untuk tubuh dan berkembang biak. Aku juga memiliki banyak jenis dan warna tentu itu semua sesuai dengan fungsiku. Oleh para manusia aku di dikelompokan lebih dari sepuluh genus dari seribu empat ratus lima puluh spesies. Sebagai tumbuhan aku menghargai itu.  Sebab aku tidak punya jalan untuk membatah ataupun menggugatnya, semua karena bahasa yang tak sama. Jadi kita tidak perlu berdebat, kuijinkan kamu dengan pendapatmu tentangku dalam hal ini.
Beberapa bangsa mereka menjadikan akan sebagai simbol kebudayaan, misalnya Bangsa Tiongkok menjadikan aku sebagai simbol dari keteguhan dan ketulusan. Bangsa India menjadikan aku sebagai tanda persahabatan, semantara di lain tempat aku mereka jadikan lambang para ksatria dan aku sebagai senjata mereka. Dan yang lebih hebat lagi aku dijadikan alat yang digunakan oleh banyak bangsa untuk mengusir para penjajah dari tanah air mereka. Di samping fungsiku sebagai tiang, saluran air, untuk pagar rumah, untuk obat, penyejuk dan lainnya yang tidak perlu ku sebutkan karena kuyakin engkau juga pasti tahu  itu, kecuali dirimu seorang pembohong.
Aku tidak tumbuh seperti kebanyakan pohon lain, aku tumbuh dengan cara yang indah dan unik, setidaknya begitulah menuruk pendapatku sendiri. Pada masa lima tahun pertama aku tumbuh dengan pesat, tetapi bukan pada pohonku tetapi pada akarku. Mungkin di sini banyak orang yang mengatakan tidak ada perkembangan pada dirimu, karena mereka melihatku dari pohon. Mereka tidak mengetahuinya pada saat itu aku sedang membangun pondasi yang sangat kuat, untuk menopang ketinggian pohonku yang mungkin tingginya puluhan meter menjulang keatas pada suatu hari nanti.
Lima tahun kedua pada masa itulah pohonku tumbuh dengan pesat dan menjulang menerjang awan. Aku akan membiarkan pohonku tumbuh setinggi yang ia mau hingga sampai batasnya, karena pada masa itu adalah waktu baginya untuk mencakar langit yang biru. Pohonku akan berhadapan dengan kerasnya angin yang bertiup. Namun aku tidak pernah khawatir dengan itu semua karena aku telah memiliki akarku yang sangat kuat, deru angin yang kencang merupakan sesuatu yang indah dalam hidupku. Angin berlalu dengan kekuatannya meskipun saat melintas ia menerpa pohonku tetapi pononku tetang menantang dan menjulang. Tidak takut dan tidak perlu lari seperti kebanyakan dirimu.
Aku sering melihat kalian menanamku di perkarangan rumah. Kadang ada yang menanamku di dalam pot khusus, ketika itu aku disandingkan dengan berbagai macam bunga yang lain, bahkan ada kalanya sebagian memasukkan ku kerumah mereka, menurut menurut aku dapat membawa kesejukan dan keindahan dalam ruangan. Tetapi ada kalanya aku tumbuh dan hidup di semakan yang kotor dan bau tanpa ada yang menghirauku kecuali sesekali mereka datang untuk menebang pohonku ketika mereka membutuhkannya. Tapi itu semua adalah deritaku dan biarlah deritaku kutanggung sendiri. Mungkin engkau bertanya untuk apa aku menceritakan ini semua kepadamu. Di sini aku ingin mengatakan kepadamu jika saja engkau sempat memperhatikanku engkau pasti tahu bahwa meskipun aku memiliki akar atau pondasi yang sangat kuat, aku tidak tumbuh sendiri, aku tumbuh bersanding dengan bamu-bambu yang  lain, hal  inilah yang menjadikan aku sangat sulit roboh.
Jika engkau mengerti sesungguhnya aku telah mengajarimu untuk menjalani tengan cara hidup dan hal pertama yang harus engkau lakukan. Tapi jika engkau tidak mengerti, biarkan aku menjelaskan kepadamu apa yang menjadi alasan mengapa pada mula pertumbuhanku akarku yang tumbuh pesat.
Jika pada saat tertentu hidupmu mengalami hambatan dan tantangan, bukan berarti kamu tidak mengalami perkembangan. Tetapi justu pada saat itu engkau  sedang mengalami pertumbuhan pesat di dalam dirimu. Karena dengan tantangan dan kekalahan adan cara yang paling baik untuk melihat diri dan kemampuan dirimu yang paling dalam. Demikian pula dengan dirimu bagian terberat dari kesuksesan hidup adalah pada saat memulai suatu usaha dan segala sesuatunya penuh tekanan dan terasa sangatlah berat. Namun, jika engkau bisa melewati, di saat itulah engkau dapat merasa segala kemudahan dan terbebas dari segala tekanan dan beban, karena diri telah cukup kuat karena kekuatan yang dibentuk oleh tekanan dan tantangan dalam dirimu.
>Mulai saat ini aku sangat berharap terutama pada dirimu, jika engkau bertemu denganku dalam langkah kakimu kuharap engkau tidah hanya sekedar melihatku, tetapi engkau dapat memperhatikanku dengan lebih dalam sehingga engkau dapat menemukan apa yang tersimpan di dalam diriku dan menjadi tetesan ilmu untuk hidup.
Sebelum aku mengakhiri ini semua, ada baiknya aku membuka diri dengan sebuah rahasia tentang kelemahan diriku. Walaupn aku tahu hanya mahluk yang paling bodohlah yang membuka diri tentang kelemahannya, bukankan kelemahan diri harus tetap terjaga kerahasiaanya. Tetapi tidak kali ini, aku akan membukanya untuk  dirimu, tatapi aku sangat berharap cukup kamu saja yang mengetahuinya jangan katakan kepada siapupun, termaksud istri, suami dan anakmu.
Rahasia ini harus ku buka, agar engkau tidak mengatakan diriku mahluk yang sombong karena semua kelebihanku yang telah kusampaikan kepada mu di atas. Dengarkan ini, yang bisa merobohkanku bukan hanya angin yang kecang, tetapi banyak pula hama yang menggerogoti pohonku.
Dengan segala kerendahan hati ijinkan akan mengingatkanmu, di saat engkau menjalani kehidupan dan kesuksesan kemungkinan akan banyak cobaan. Ada dengan cobaan yang sendehana dan banyak pula orang yang dengan sengaja ingin membuatmu terjatuh. Ingat engkau tidak selamanya bisa bertahan, sewaktu waktu engkau pasti akan lengah dan lemah. Begitu juga dengan diriku meskipun duriku yang begitu banyak, biar engkau tahu ada kalanya itu semua kadang tidak bisa melindungiku, walaupun pada saat yang sama aku punya pohon yang sangat keras dan akar yang sangat kuat. Pada masa itu kusarankan padamu tetaplah berdoa, karena sehebat apapun kita dalah hidup kita tetap butuh Tuhan.
By: @rangkang-sekolah

Tinggalkan Balasan